Jumat, 27 Oktober 2017

MAKALAH EKONOMI KOPERASI

TUGAS MAKALAH
EKONOMI KOPERASI 3






FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2017




KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.




                                                                                       Depok, Oktober 2017

                                                                                              
Penyusun




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ......................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I :
PENDAHULUAN ............................................................................................... 1
            1.1 Pendekatan kelembagaan komparatif .................................................. 1
            1.2 Penjelasan tentang ilmu koperasi ........................................................ 2
BAB II :
PEMBAHASAN MASALAH ............................................................................ 3
2.1 Tujuan badan usaha yang berbentuk koperasi ................................................ 3
2.2 Prinsip – prinsip koperasi dan kegiatan Self – Help ....................................... 3
2.3 Permasalahan yang Dihadapi Koperasi di Indonesia Saat Ini ........................ 4

2.4  Mekanisme Pasar Koperasi ........................................................................... 6

BAB III :
PENUTUP ......................................................................................................... 10
3.1 Kesimpulan .................................................................................................. 10
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 11




BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Pendekatan kelembagaan komparatif

Seperti dikatakan oleh filsuf Jerman, Emmanuel kant, bahwa “tidak ada sesuatu yang lebih praktis, selain sebuah teori yang baik”. Tanpa teori dan pemahaman empiris yang memadai atas kegiatan koperasi serta konsekuensinya, maka pengukuran kebijakan dan strategi yang dimaksudkan untuk memberikan kontribusi pada pencapaian berbagai tujuan (seperti meningkatkan pendapatan per kapita ) melalui koperasi, akan melahirkan peluang yang baik untuk menjadi Ad Hoc Hyphothesis yang tidak efisien, kontradiktif dan bahkan merugikan.
Koperasi di Negara berkembang, pada umumnya tidak memiliki kesempatan untuk tumbuh secara bertahap serta meningkatkan efisiensi ekonominya agar sejajar dengan pesaing swasta dan ( lembaga ) ekonomi pemerintah (govermental economic competitors ) lainnya.
Adapun alasan penting yang menyebabkan kegagalan koperasi di Negara berkembang, antara lain :
1.      Dasar teoritis – empiris pengetahuan koperasi tradisional yang agak lemah.
2.      Tidak dimilikinya atau tidak digunakannya informasi yang justru secara potensial disediakan oleh pendiri koperasi/institusi yang bersangkutan.
Asumsikan bahwa perusahaan konvensional dan lembaga lainnya memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dengan koperasi. Jika ingin di perlihatkan keistimewaan koperasi dalam situasi bebas masuk di bandingkan dengan lembaga lainnya, harus di buktikan secara teoritis mengapa koperasi lebih kuat atau memiliki keunggulan komparatif


1.2    Penjelasan Tentang Ilmu Koperasi

Hal lain yang masih di butuhkan dalam suatu penjelasan adalah suatu pengaruh campur tangan ( intervening mechanism ), yang menghubungkan antara sebab dan akibat tersebut. Jika di buat proposisi bahwa jumlah beras yang di hasilkan tergantung pada jumlah hujan, maka penjelasannya harus mencakup suatu “ mekanisme produktivitas “ yang menetapkan bagaimana jumlah hujan di hubungkan dengan jumlah beras yang dihasilkan.
Ilmu koperasi merupakan ilmu yang masih lemah (cooperative science still being a soft and often dark science ), karena itu alasan dan argumen harus di jelaskan sejelas dan setransparan mungkin. Konsep teoritis yang jelas, mendorong pada penelaahan yang kritis maupun deduksi yang rasional atas pengukuran kebijakan serta tahap perbaikannya, melalui akumulasi wawasan teoritis dan pengetahuan empiris.
Jika suatu koperasi memberikan pelayanan kepada anggota dengan kondisi yang kurang menguntungkan dibandingkan dengan organisasi pesaing, maka para anggota koperasi akan mengurangi tingkat kegiatannya. Jika manajemen koperasi korupsi, maka anggota koperasi akan meninggalkan koperasi.





BAB II
BADAN USAHA YANG BERBENTUK KOPERASI


2.1   Tujuan utama Koperasi Indonesia

Tujuan utama Koperasi Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan anggota. Manfaat yang diterima anggota lebih diutamakan daripada laba. Meskipun demikian harus diusahakan agar koperasi tidak menderita rugi. Tujuan ini dicapai dengan karya dan jasa yang disumbangkan pada masing-masing anggota.

2.2 Prinsip – prinsip koperasi dan kegiatan Self – Help
Sangat umum dalam literatur koperasi, ditemukan pandangan bahwa koperasi memiliki atau harus memiliki prinsip khusus yang memberikan pedoman, bagi kegiatan koperasi.
Serangkaian prinsip yang sering di kemukakan, adalah tujuh prinsip koperasi yang di kembangkan oleh koperasi modern pertama yang didirikan pada Tahun 1844 oleh 28 orang pekerja Lancashire di Rochdale. Prinsip tersebut  masih menjadi dasar gerakan koperasi international, yaitu :
1.      Keanggotaan terbuka
2.      Satu anggota, satu suara
3.      Pengembalian ( bunga ) yang terbatas atas modal
4.      Alokasi sisa hasil usaha sebanding dengan transaksi yang dilakukan anggota.
5.      Penjualan tunai
6.      Menekankan pada unsur pendidikan
7.      Netral dalam hal agama dan politik.
Menurut kriteria yang dipakai, walaupun seluruh prinsip Rochdale di hilangkan, masih dapat memberikan karakteristik bagi suatu organisasi menurut kriteria lainnya dimana para pemiliknya identik dengan pengguna jasanya sebagai koperasi.
Apa yang diinformasikan oleh prinsip ini merupakan pedoman atau norma, atau nilai yang sering kali atau harus memberikan pedoman bagi kegiatan organisasi yang disebut koperasi itu sendiri.

2.3 Permasalahan yang Dihadapi Koperasi di Indonesia Saat Ini
Koperasi menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 1992 ialah bidang usaha yang beranggotakan orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Dan tujuan koperasi yaitu mensejahterakan para anggotanya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju.
Namun koperasi sendiri sekarang mengalami banyak hambatan yang membuat koperasi lambat dalam berkembang, hambatan tersebut berasal baik dari fasilitas koperasi,anggota, masyarakat,pemerintah, lingkungan maupun pengurus koperasi itu sendiri, padahal koperasi ada penunjang perekonomian karena dengan adanya koperasi UKM diindonesia bisa berkembang pesat sehingga disaat negara mengalami inflasi, UKM bisa menghendel baik dari tenaga kerja maupun devisa negara, adapun masalah yang sering dihadapioleh koperasi diantaranya:
·         Keterbatasan dana yang dimiliki.
·         Tingkat pendidikan, keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh para   anggota terbatas.
·         Partisipasi para anggotanya masih rendah baik dari RAP maupun kegiatan lainnya yang diberikan.
·         Keterbatasan pengetahuan anggota terhadap pembagian SHU.
·         Banyaknya anggota yang tidak mau bekerjasama, bahkan tingkat pengembalian pinjaman yang amat lama sehingga dana / modal koperasi semakin berkurang.
·         Kurangnya pengawasan dari para pengurus koperasi.
·         Kurangnya fasilitas-fasilitas yang dapat menarik perhatian masyarakat dan peminat dari masyarakatnya kurang, karena sebagian masyarakat beranggapan bahwa koperasi kurang menjanjikan.
·         Kurangnya edukasi tentang keuntungan dari koperasi bagi masyarakat.
·         Sedikitnya masyarakat untuk berwirausaha.

Faktor tersebut adalah masalah koperasi yang tiap tahunnya menjadi masalah koperasi yang belum bisa ditangani dengan baik hingga sekarang,tidak menutup kemungkinan koperasi berkembang ada beberapa daerah yang koperasinya bisa berkembang hal ini terjadi karena baik anggota,pengurus koperasi maupun pemerintah bisa saling berkordinasi dan saling bekerja sama dengan baik pasti masalah tersebut bisa ditangani adapun menurut saya solusi yang bisa dilakukan:
1.    Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang koperasi baik melalui iklan di tv, spanduk,koran ataupun sera langsung survei ke masyarakat, agar masyarakat percaya dan yakin bahwa koperasi badan usaha yang bagus sekaligus bisa meningkatkan dana/ modal koperasi karena banyak masyarakat yang mau menjadi anggota koperasi dan mau menginvestasikan uangnya kepada koperasi.
2.    Memberikan pendidikan/ pelatihan untuk para anggota koperasi.
3.    Adanya perjanjian hukum agar antar anggota dengan koperasi tidak saling merugikan baik dari pihak anggota maupun koperasi.
4.    Adanya rasa saling percaya dan bertanggung jawab atas kemajua koperasi baik dari pihak anggota maupun dari pihak pengurus atau pengawas koperasi.
5.    Memaksimalkan kerja para pengawas atau pengurus koperasi, karena ini adalah inti dari koperasi, jika pengurus atau pengawasnya tidak bekerja dengan baik seberapa banyak anggota yang ada dikoperasi tidak akan membuat koperasi berkembang.

2.4  Mekanisme Pasar Koperasi

Koperasi merupakan salah satu badan usaha yang ikut berperan dalam mekanisme pasar tertentu baik dipasar input maupun dipasar output. Koperasi akan bersaing di pasar yang komplek dalam rangka memperebutkan atau mempertahankan pelanggan dan menjaga keberlangsungan hidupnya. Pada teori ekonomi mikro klasik, sistem pasar secara sederhana digambarkan dalam sebuah mekanisme sebagai mana terlihat pada gambar 2.3 yang menjelaskan bagaimana mekanisme pasar bekerja. Sektor rumah tangga adalah pemilik dari sumber daya yang dibutuhkan produsen. Sektor rumah tangga akan menjual sumber dayanya untuk mendapatkan uang guna memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Sektor rumah tangga menawarkan sumber daya kepada sektor produsen dan sektor produsen melakukan permintaan atas sumber daya tersebut.Hubungan tersebut melahirkan konsep penting dalam ekonomi yaitu konsep pasar sumber daya. Jadi, pasar sumber daya adalah pertemuan antara permintaan produsen akan sumber daya dengan penawaran rumah tangga konsumen akan sumber daya tersebut.

Di pasar eksternal, koperasi dapat berperilaku seperti halnya perusahaan individual, yaitu memaksimumkan keuntungan dari produk yang dijualnya. Koperasi akan membeli barang atau jasa kepada anggota atau nonanggota sebagai input bagi koperasi. Input tersebut dapat dijual kepada anggota dan dapat pula dijual kepada nonanggota. Jika dijual ke anggota, proses transaksi dan aliran barang dan uang akan terjadi di pasar internal. Tetapi jika barang atau jasa dijual kepada nonanggota, maka akan terjadi aliran barang atau jasa dan uang di pasar eksternal.

Dipandang dari aspek pemasaran koperasi, pada dasarnya koperasi mempunyai dua jenis orientasi bisnis, yakni orientasi service dan orientasi keuntungan. Service oriented ditujukan kepada anggota ( di pasar internal ) dan profit oriented ditujukan kepada non-anggota ( di pasar eksternal ). Service oriented di pasar internal harus dimaknai secara khusus, yakni pelayanan perusahaan koperasi yang diarahkan pada peningkatan manfaat keanggotaan. Wujud manfaat keanggotaan dapat dilihat dari pengembangan perusahaan individual anggota atau taraf hidup anggota koperasi akibat peran koperasinya.

Manfaat keanggotaan koperasi bisa dalam wujud manfaat ekonomis dan nonekonomis. Manfaat ekonomi dapat dirasakan secara langsung melalui harga pelayanan dan secara tidak langsung yang berupa pembagian SHU pada akhir periode akuntansi.

Keunggulan bersaing yang berkelanjutan hanya bisa diperoleh apabila koperasi melakukan inovasi terus menerus, mengembangkan modal sosial, melakukan pembelajaran organisasi, dan berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan yang terjadi.

1.    Inovasi
Inovasi berkaitan dengan proses kreatif dalam menemukan sesuatu yang baru yang dapat mendukung kesuksesan organisasi. Inovasi merupakan kunci sukses utama bagi keberhasilan koperasi dalam meningkatkan kinerjanya. Kesejahteraan anggota hanya bisa tercipta apabila para kooperator bersedia untuk kreatif dan inovatif dalam menemukan sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi anggota.

Tekanan persaingan yang semakin hari semakin kuat dan perubahan kebutuhan pelanggan yang sangat cepat mengharuskan perusahaan koperasi menemukan suatu hal yang baru baik berupa metode, produk, maupun pasar guna meraih keunggulan kompetitif. Tugas manajemen koperasi hanyalah membimbing, melatih, memotivasi, mengawasi, dan mengendalikan agar perubahan-perubahan yang diharapkan mengarah pada upaya menghasilkan produk baru yang lebih baik dan lebih  diminati oleh konsumen dipasar eksternal.

2.    Modal sosial
Modal sosial berkaitan dengan keseluruhan sumber actual atau potensial mengenai kepemilikan sebuah jaringan yang tahan lama dari sebuah hubungan kelembagaan berdasarkan pengalaman yang menguntungkan. Modal sosial dapat meningkatkan kapasitas koperasi untuk menggunakan dan menyebarkan sumber daya dalam organisasi. Komponen komponen modal sosial seperti kepercayaan dan interaksi cenderung memperbesar minat anggota untuk berbagi sumber daya dan informasi.

Modal sosial sangat efektif membangun kekuatan ekonomi untuk tumbuh dan memiliki daya tahan lebih kokoh bila didukung oleh gerakan koperasi, sebab gerakan koperasi adalah sebuah gerakan ekonomi yang pasif, yang tidak mengenal kepemilikan tunggal karena dibentuk melalui keanggotaan terbuka dan dapat dikembangkan melalui nilai nilai budaya korporasi sebagai etikanya.

3.    Pembelajaran organisasi koperasi
Pembelajaran ini tidak hanya dalam bentuk pendidikan dan pelatihan anggota secara terprogram tetapi lebih jauh bahwa setiap anggota, pengurus, pengelola dan birokrat koperasi perlu menciptakan, mengintegrasikan dan menerapkan pengetahuan pengetahuan yang diperoleh untuk mencapai tujuan kemakmuran bersama. Dengan demikian pembelajaran organisasi berhubungan dengan kemampuan untuk menciptakan, mengintegrasikan, dan menerapkan pengetahuan. Kemampuan seperti itu sangat penting bagi perusahaan perusahaan yang mengembangkan keunggulan bersaing yang berkelanjutan guna mencapai kinerja yang unggul.

Organisasi koperasi yang melakukan proses pembelajaran dalam system yang terpadu akan menunjukkan bahwa organisasi senantiasa siap bereaksi dan beradaptasi terhadap perubahan, organisasi belajar bagaimana memanfaatkan pengalaman pembelajaran organisasinya untuk menghasilkan strategi yang kreatif, dan kualitas sebuah proses akan tercemin dari adanya berbagai komitmen, termasuk komitmen untuk berkonsensus.

4.    Adaptasi koperasi pada lingkungan
Organisasi koperasi merupakan salah satu unsur dari unsur unsur lainnya yang ada dalam masyarakat yang saling berhubungan, saling tergantung, dan saling mempengaruhi sehingga merupakan satu kesatuan yang kompleks. Dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya, organisasi koperasi sebagai system terbuka tidak dapat terlepas dari pengaruh dan ketergantungan lingkungan internal maupun eksternal.
Lingkungan internal berkaitan dengan keseluruhan kondisi yang berasal dalam koperasi seperti sumber daya, kapabilitas dan kompetisi inti yang dimiliki perusahaan. Lingkungan eksternal koperasi terdiri dari lingkungan umum, lingkungan industry dan lingkungan pesaing




BAB III
PENUTUP


KESIMPULAN :
Perlu dukungan dari banyak pihak untuk lebih mengembangkan koperasi. Karena koperasi akan berkembang jika dari anggotanya dapat bergerak untuk mengaktifkan usaha koperasi maka perlu penumbuhan kesadaran akan pentingnya peran anggota dalam kemajuan koperasi.





DAFTAR PUSTAKA


Hj. Djatnika, Sri, S.E., M.Si.(2003).Ekonomi Koperasi Teori Dan Manajemen.Jakarta:Salemba Empat


Jumat, 01 April 2016

Tugas 1 Bahasa Inggris



Daily activity
I get up at 05.00 a.m every morning. After that, I take a bath and after it, pray Subuh. Then, I prepare to go to Campus. I study at the Campus at 8.30 a.m until at 14.30 p.m. I come back to home at 15.00 p.m. and then, I play game. After that, I pray Ashar. After pray, I take a bath. I pray Maghrib, read Qur’an and pray Isya. Then, I have dinner at 19.30 p.m. I study until at 21.00 p.m and I go to bedroom at 22.00 p.m.

Unforgettable Memori

New Year’s celebration
On New Year’s 2016, my big family and I celebrated New Year’s Eve together. We held a big dinner planned by my father and my uncle in my house. Before the celebration, we all prepared what was needed such as ingredients of food, fireworks, trumpet, and sound system.
My brother and I went to the market to buy fireworks. We bought quite a lot of fireworks on that day to enliven our big event. After getting fireworks, we helped my father to prepare sound system at home, while my mother prepared beef  and seasoning to be in roast tonight.
Precisely at 19.00 everything we need was ready. We were just waiting for 23.00 o’clock. We deliberately postponed the dinner time so that we could enjoy the food we made later. While we were waiting, I and my big family joked and laughed together in the living room. At 22:30 we started to prepare the food. My father, Brother and I prepared the Beef to be grilled, while my mother and sister prepared rice, side dishes and drinks. After the Beef was cooked, we ate together while waiting at 00.00. We ate with gusto at that time and we fell so happy to eat together.
At 23:45 we started to prepare the fireworks to be burned. After the time was closed to 12.o’clock, we counted down to set off fireworks. We immediately set off fireworks right along with the turn of the year. We also blew the trumpet to add to the excitement of the evening. It’s amazing to see the fireworks show together with my big family. I hope we can hold this event again next year.

My future

My Name is Danang Aprilyantoso

My dream, to be an enterpreneur. Cause i wanna be a boss not an employee who authorised by someone. If someday i reach my success, i wanna open up for some jobs. Cause i wanna decrease an unemployement in this country. I wanna make some products as well and export them to all over countries. And can be used by people all over the world and can be a pride for Indonesia.

Selasa, 12 Januari 2016

Transportasi Umum Terintegrasi, efektif, Manusiawi

Sebagai ibukota negara dengan penduduk sekitar 10 juta jiwa, Jakarta menjadi kota dengan kepadatan lalu lintas yang tinggi. Kemacetan menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga Jakarta. Meskipun begitu, transportasi publik tetap menjadi pilihan warga Jakarta untuk beraktifitas sehari-hari.
Salah satu transportasi publik andalan yang dikelolal oleh Pemda Jakarta adalah sistem bus rapd transit (BRT) TransJakarta atau yang sering disebut sebagai busway. Sejak dioperasikan pada awal tahun 2004, TransJakata terus berkembang dengan menambah jumlah armada dan koridor. Dengan tarif flat Rp 3500 untuk setiap perjalanan, bus TransJakarta selalu disesaki penumpang setiap harinya karena terjangkau dan relatif memiliki waktu tempuh yang lebih singkat karena memiliki jaur tersendiri (busway).
Sejak awal 2012, Badan Layanan Umum Transjakarta dan pemerintah daerah meluncurkan bus Angkutan Perbatasan Terintergrasi Busway atau disebut APTB untuk melayani masyakarat di kota-kota sekitar Jakarta (Bodetabek: Bogor – Depok - Tangerang – Bekasi) yang hendak naik bus Transjakarta menuju ke tempat kerja ataupun tempat-tempat menarik seperti objek wisata, mall dan lain-lain.
Meskipun memiliki jumlah penumpang yang tinggi, namun sistem TransJakarta masih jauh dari sempurna. Para penumpang sering mengeluhkan waktu tunggu yang cukup lama dan bus yang penuh sesak karena kurangnya jumlah armada, terutama di jam-jam sibuk. Sistem tiket yang masih manual serta jalur buswayjuga sering dilewati oleh kendaraan lain, sehingga bus TransJakarta pun terjebak kemacetan karena kurang tertibnya pengguna jalan lain. Pembangunan halte dan jalur busway pun sering menimbulkan kontroversi karena dianggap mematikan angkutan umum lain dan menggusur jalur hijau / median pembatas jalan. Berbagai permasalahan ini coba terus diatasi oleh pemerintah DKI dengan menambah jumlah armada serta sterilisasi jalur busway.

Melihat kebutuhan yang tinggi dari masyarakat Jakarta akan sistem transportasi rapid transit yang nyaman dan dapat diandalkan, maka TransJakarta diharapkan terus berbenah hingga dapat memberikan pelayanan transportasi publik yang terbaik di ibukota. 

Selasa, 29 Desember 2015

Menganalisis lirik lagu Efek Rumah Kaca - Menjadi Indonesia


Efek Rumah Kaca - Menjadi Indonesia



Ada yang memar, kagum banggaku
Malu membelenggu
Ada yang mekar serupa benalu
Tak mau temanimu

Lekas,
Bangun dari tidur berkepanjangan
Menyatakan mimpimu
Cuci muka biar terlihat segar
Merapikan wajahmu
Masih ada cara menjadi besar

Memudakan tuamu
Menjelma dan menjadi Indonesia

Ada yang runtuh, tamah ramahmu
Beda 
Teraniaya

Ada yang tumbuh, iri dengkimu
Cinta pergi kemana?

Tidak banyak lagu yang menunjukan semangat nasionalisme dengan lirik "Cuci muka biar terlihat segar" Menjadi Indonesia adalah lagu yang jujur sekaligus ”Menampar” tidak seperti lagu-lagu pembakar nasionalisme pada umumnya. Menjadi Indonesia dapat membangkitkan dan membakar spirit tanpa berlebihan. Dengan suara vokal jernih dan terkesan agung, Cholil membuka “Menjadi Indonesia”. Ia mengajak kita untuk “Lekas bangun tidur berkepanjangan, menyatakan mimpimu … masih ada cara menjadi besar … menjelma dan menjadi Indonesia”. Mereka tidak menjargonkan arti nasionalis dengan berlebihan, tapi dengan cerdas dan masuk akal. Ini adalah kidung Efek Rumah Kaca, tentang sebuah impian akan Indonesia yang akan dikagumi kembali, dan tentang masing-masing dari kita yang akan kembali bangga akan hal tersebut.

PERNIKAHAN ADAT BALI


Tata Rias Pengantin Bali Payas Madya - Tata rias Adat Bali

Umat Hindu mempunyai tujuan hidup yang disebut Catur Purusa Artha yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Hal ini tidak bisa diwujudkan sekaligus tetapi secara bertahap.

Tahapan untuk mewujudkan empat tujuan hidup itu disebut dengan Catur Asrama. Pada tahap Brahmacari asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk mendapatkan Dharma. Grhasta Asrama memprioritaskan mewujudkan artha dan kama. Sedangkan pada Wanaprasta Asrama dan Sanyasa Asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk mencapai moksa.
Perkawinan atau wiwaha adalah suatu upaya untuk mewujudkan tujuan hidup Grhasta Asrama. Tugas pokok dari Grhasta Asrama menurut lontar Agastya Parwa adalah mewujudkan suatu kehidupan yang disebut "Yatha sakti Kayika Dharma" yang artinya dengan kemampuan sendiri melaksanakan Dharma. Jadi seorang Grhasta harus benar-benar mampu mandiri mewujudkan Dharma dalam kehidupan ini. Kemandirian dan profesionalisme inilah yang harus benar-benar disiapkan oleh seorang Hindu yang ingin menempuh jenjang perkawinan.
Dalam perkawinan ada dua tujuan hidup yang harus dapat diselesaikan dengan tuntas yaitu mewujudkan artha dan kama yang berdasarkan Dharma.
Pada tahap persiapan, seseorang yang akan memasuki jenjang perkawinan amat membutuhkan bimbingan, khususnya agar dapat melakukannya dengan sukses atau memperkecil rintangan-rintangan yang mungkin timbul. Bimbingan tersebut akan amat baik kalau diberikan oleh seorang yang ahli dalam bidang agama Hindu, terutama mengenai tugas dan kewajiban seorang grhastha, untuk bisa mandiri di dalam mewujudkan tujuan hidup mendapatkan artha dan kama berdasarkan Dharma.

Menyucikan Diri
Perkawinan pada hakikatnya adalah suatu yadnya guna memberikan kesempatan kepada leluhur untuk menjelma kembali dalam rangka memperbaiki karmanya. Dalam kitab suci Sarasamuscaya sloka 2 disebutkan "Ri sakwehning sarwa bhuta, iking janma wang juga wenang gumaweakenikang subha asubha karma, kunang panentasakena ring subha karma juga ikang asubha karma pahalaning dadi wang" artinya: dari demikian banyaknya semua mahluk yang hidup, yang dilahirkan sebagai manusia itu saja yang dapat berbuat baik atau buruk. Adapun untuk peleburan perbuatan buruk ke dalam perbuatan yang baik, itu adalah manfaat jadi manusia.
Berkait dengan sloka di tas, karma hanya dengan menjelma sebagai manusia, karma dapat diperbaiki menuju subha karma secara sempurna. Melahirkan anak melalui perkawinan dan memeliharanya dengan penuh kasih sayang sesungguhnya suatu yadnya kepada leluhur. Lebih-lebih lagi kalau anak itu dapat dipelihara dan dididik menjadi manusia suputra, akan merupakan suatu perbuatan melebihi seratus yadnya, demikian disebutkan dalam Slokantara.
Perkawinan umat Hindu merupakan suatu yang suci dan sakral, oleh sebab itu pada jaman Weda, perkawinan ditentukan oleh seorang Resi, yang mampu melihat secara jelas, melebihi penglihatan rohani, pasangan yang akan dikawinkan. Dengan pandangan seorang Resi ahli atau Brahmana Sista, cocok atau tidak cocoknya suatu pasangan pengantin akan dapat dilihat dengan jelas.
Pasangan yang tidak cocok (secara rohani) dianjurkan untuk membatalkan rencana perkawinannya, karena dapat dipastikan akan berakibat fatal bagi kedua mempelai bersangkutan. Setelah jaman Dharma Sastra, pasangan pengantin tidak lagi dipertemukan oleh Resi, namun oleh raja atau orang tua mempelai, dengan mempertimbangkan duniawi, seperti menjaga martabat keluarga, pertimbangan kekayaan, kecantikan, kegantengan dan lain-lain. Saat inilah mulai merosotnya nilai-nilai rohani sebagai dasar pertimbangan.
Pada jaman modern dan era globalisasi seperti sekarang ini, peran orang tua barangkali sudah tidak begitu dominan dalam menentukan jodoh putra-putranya. Anak-anak muda sekarang ini lebih banyak menentukan jodohnya sendiri. Penentuan jodoh oleh diri sendiri itu amat tergantuang pada kadar kemampuan mereka yang melakukan perkawinan. Tapi nampaknya lebih banyak ditentukan oleh pertimbangan duniawi, seperti kecantikan fisik, derajat keluarga dan ukuran sosial ekonomi dan bukan derajat rohani.

Makna dan Lambang
UU Perkawinan no 1 th 1974, sahnya suatu perkawinan adalah sesuai hukum agama masing-masing. Jadi bagi umat Hindu, melalui proses upacara agama yang disebut "Mekala-kalaan" (natab banten), biasanya dipuput oleh seorang pinandita. Upacara ini dilaksanakan di halaman rumah (tengah natah) karena merupakan titik sentral kekuatan "Kala Bhucari" sebagai penguasa wilayah madyaning mandala perumahan. Makala-kalaan berasal dari kata "kala" yang berarti energi. Kala merupakan manifestasi kekuatan kama yang memiliki mutu keraksasaan (asuri sampad), sehingga dapat memberi pengaruh kepada pasangan pengantin yang biasa disebut dalam "sebel kandel".
Dengan upacara mekala-kalaan sebagai sarana penetralisir (nyomia) kekuatan kala yang bersifat negatif agar menjadi kala hita atau untuk merubah menjadi mutu kedewataan (Daiwi Sampad). Jadi dengan mohon panugrahan dari Sang Hyang Kala Bhucari, nyomia Sang Hyang Kala Nareswari menjadi Sang Hyang Semara Jaya dan Sang Hyang Semara Ratih.
Jadi makna upacara mekala-kalaan sebagai pengesahan perkawinan kedua mempelai melalui proses penyucian, sekaligus menyucikan benih yang dikandung kedua mempelai, berupa sukla (spermatozoa) dari pengantin laki dan wanita (ovum) dari pengantin wanita.

Peralatan Upacara Mekala-kalaan
1.     Sanggah Surya
Di sebelah kanan digantungkan biyu lalung dan di sebelah kiri sanggah digantungkan sebuah kulkul berisi berem. Sanggah Surya merupakan niyasa (simbol) stana Sang Hyang Widhi Wasa, dalam hal ini merupakan stananya Dewa Surya dan Sang Hyang Semara Jaya dan Sang Hyang Semara Ratih.
Biyu lalung adalah simbol kekuatan purusa dari Sang Hyang Widhi dan Sang Hyang Purusa ini bermanifestasi sebagai Sang Hyang Semara Jaya, sebagai dewa kebajikan, ketampanan, kebijaksanaan simbol pengantin pria.
Kulkul berisi berem simbol kekuatan prakertinya Sang Hyang Widhi dan bermanifestasi sebagai Sang Hyang Semara Ratih, dewa kecantikan serta kebijaksanaan simbol pengantin wanita. 
2.     Kelabang Kala Nareswari (Kala Badeg)
Simbol calon pengantin, yang diletakkan sebagai alas upakara mekala-kalaan serta diduduki oleh kedua calon pengantin.
3.     Tikeh Dadakan (tikar kecil)
Tikeh dadakan diduduki oleh pengantin wanita sebagai simbol selaput dara (hymen) dari wanita. Kalau dipandang dari sudut spiritual, tikeh dadakan adalah sebagai simbol kekuatan Sang Hyang Prakerti (kekuatan yoni).
4.     Keris 
Keris sebagai kekuatan Sang Hyang Purusa (kekuatan lingga) calon pengantin pria. Biasanya nyungklit keris, dipandang dari sisi spritualnya sebagai lambang kepurusan dari pengantin pria.
 
5.     Benang Putih
Dalam mekala-kalaan dibuatkan benang putih sepanjang setengah meter, terdiri dari 12 bilahan benang menjadi satu, serta pada kedua ujung benang masing-masing dikaitkan pada cabang pohon dapdap setinggi 30 cm.
Angka 12 berarti simbol dari sebel 12 hari, yang diambil dari cerita dihukumnya Pandawa oleh Kurawa selama 12 tahun. Dengan upacara mekala-kalaan otomatis sebel pengantin yang disebut sebel kandalan menjadi sirna dengan upacara penyucian tersebut.
Dari segi spiritual benang ini sebagai simbol dari lapisan kehidupan, berarti sang pengantin telah siap untuk meningkatkan alam kehidupannya dari Brahmacari Asrama menuju alam Grhasta Asrama.
6.     Tegen - tegenan
Makna tegen-tegenan merupakan simbol dari pengambil alihan tanggung jawab sekala dan niskala.
Perangkat tegen-tegenan :
- batang tebu berarti hidup pengantin artinya bisa hidup bertahap seperti hal tebu ruas demi ruas, secara manis.
- Cangkul sebagai simbol Ardha Candra. Cangkul sebagai alat bekerja, berkarma berdasarkan Dharma
- Periuk simbol windhu
- Buah kelapa simbol brahman (Sang Hyang Widhi)
- Seekor yuyu simbol bahasa isyarat memohon keturunan dan kerahayuan.
7.     Suwun-suwunan (sarana jinjingan)
Berupa bakul yang dijinjing mempelai wanita, yang berisi talas, kunir, beras dan bumbu-bumbuan melambangkan tugas wanita atau istri mengmbangkan benih yang diberikan suami, diharapkan seperti pohon kunir dan talas berasal dari bibit yang kecil berkembang menjadi besar.
8.     Dagang-dagangan 
Melambangkan kesepakatan dari suami istri untuk membangun rumah tangga dan siap menanggung segala Resiko yang timbul akibat perkawinan tersebut seperti kesepakatan antar penjual dan pembeli dalam transaksi dagang.
9.     Sapu lidi (3 lebih) 
Simbol Tri Kaya Parisudha. Pengantin pria dan wanita saling mencermati satu sama lain, isyarat saling memperingatkan serta saling memacu agar selalu ingat dengan kewajiban melaksanakan Tri Rna, berdasarkan ucapan baik, prilaku yang baik dan pikiran yang baik, disamping itu memperingatkan agar tabah menghadapi cobaan dan kehidupan rumah tangga.
10.  Sambuk Kupakan (serabut kelapa)
Serabut kelapa dibelah tiga, di dalamnya diisi sebutir telor bebek, kemudian dicakup kembali di luarnya diikat dengan benang berwarna tiga (tri datu). Serabut kelapa berbelah tiga simbol dari Triguna (satwam, rajas, tamas). Benang Tridatu simbol dari Tri Murti (Brahma, Wisnu, Siwa) mengisyaratkan kesucian.
Telor bebek simbol manik. Mempelai saling tendang serabut kelapa (metanjung sambuk) sebanyak tiga kali, setelah itu secara simbolis diduduki oleh pengantin wanita. Apabila mengalami perselisihan agar bisa saling mengalah, serta secara cepat di masing-masing individu menyadari langsung. Selalu ingat dengan penyucian diri, agar kekuatan triguna dapat terkendali. Selesai upacara serabut kalapa ini diletakkan di bawah tempat tidur mempelai.
11.  Tetimpug
Bambu tiga batang yang dibakar dengan api dayuh yang bertujuan memohon penyupatan dari Sang Hyang Brahma.

Setelah upacara mekala-kalaan selesai dilanjutkan dengan cara membersihkan diri (mandi) hal itu disebut dengan "angelus wimoha" yang berarti melaksanakan perubahan nyomia kekuatan asuri sampad menjadi daiwi sampad atau nyomia bhuta kala Nareswari agar menjadi Sang Hyang Semara Jaya dan Sang Hyang Semara Ratih agar harapan dari perkawinan ini bisa lahir anak yang suputra.
Setelah mandi pengantin dihias busana agung karena akan natab di bale yang berarti bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Selanjutnya pada hari baik yang selanjutnya akan dilaksanakan upacara Widhi Widana (aturan serta bersyukur kepada Hyang Widhi). Terakhir diadakan upacara pepamitan ke rumah mempelai wanita.

SUMBER : http://www.undanganku.info/sekilas-perkawinan-adat-bali.html

TERORISME


Tertangkapnya gembong teroris Noordin Muhammad Top di Solo pada tanggal 17 September 2009 setelah didahului baku tembak dengan Detasemen Khusus 88 sedikit meredam rasa waswas bangsa Indonesia dari ancaman terorisme. Pengeboman yang dilakukan di Indonesia yang berawal dari Bom Bali oleh Amrozi dan komplotannya yang selama ini telah menghantui rakyat Indonesia menjadi redam dengan peristiwa penangkapan itu. Kalau pemimpinnya saja sudah mati maka semangat juang para kaki tangannya pun akan terkikis dan serangan terorisme pun akan mengalami stagnasi karena kehilangan komando yang mengatur strategi penyerangan. Begitu kira-kira pandangan sementara masyarakat Indonesia pasca terbunuhnya Noordin yang akan berdampak terhadap redanya ancaman teror yang selama ini menjadi momok bagi bangsa Indonesia. 

Menjadi sebuah pertanyaan besar bagi para kalangan intelek dan bangsa Indonesia pada umumnya mengenai perihal terpilihnya Indonesia sebagai bangsa sasaran teror Mengingat asal dua gembong teroris yaitu Dr. Azahari dan Noordin M Top berasal dari negeri jiran, Malaysia maka kemungkinan besar penyebab terpilihnya Indonesia sebagai sasaran teror adalah letak geografis antara Malaysia dan Indonesia yang berdekatan sehingga memudahkan mereka merasuki Indonesia karena telah mengenal secara mendalam kondisi keamanan dan stabilitas Indonesia. kasus bom Bali 1 dan 2 yang dilakukan oleh Amrozi dan kawan-kawan yang notabene mareka adalah warga negara Indonesia. Masalah terorisme sepertinya akan menjadi sesuatu yang memerlukan penanganan secara kontinualitas karena perkara ini sudah menjadi budaya dan seolah-olah menjadi sesuatu yang biasa. Kejeraan rakyat Indonesia akan terorisme menjadi berkurang dengan adanya estetikasi kekerasan yang banyak ditayangkan di televisi dan situs-situs tertentu.